Kamar Julia Suryakusuma

Your Reservation
Check In
Nights
Check Out
Rooms
Room 1
Adults
Children

Kamar Julia Suryakusuma

Start FromRp 210,000.00 / Night
Diskon 40% semua buku dari penerbit Komunitas Bambu
Diskon 20%Menginap 7 hari 6 malam
Diskon 30%Menginap 30 hari 29 malam

Julia Suryakusuma jika ada orang yang paling bertanggungjawab atas awal pertama dan perkembangan studi feminis di Indonesia, maka tak salah lagi dialah orangnya. Ia dianggap telah membongkar praktek kejahatan Orde Baru terhadap kaum perempuan. Mereka bukan saja dikebiri kekuatannya agar sebatas di rumah saja, tetapi juga kemudian dimanipulasi demi tujuan-tujuan mendukung pembangunan nasional.

Meski bukunya yang menjadi rujukan atas itu, Ibuisme Negara, baru terbit pada 2001, tetapi sejak selesai sebagai tesis MA pada 1988 telah menjadi bacaan wajib yang dikenal luas dalam bentuk foto copy. Sampai di sini Julia menjadi bukti keberanian melawan tuduhan subversif dan tekanan intimidasi yang kuat pada zamannya karena menolak penyeragaman berpikir Orde Baru. Sekaligus pertunjukan kualitas berpikir intelektual feminis yang serius atas kebobrokan hubungan gender masyarakatnya. Sebab Julia menjadi sri panggung pemikir bagi banyak artikel, karya ilmiah, buku, diskusi, bahkan terpelajar dan intelektual lahir berkat inspirasi dari analisis kritisnya terhadap cara-cara patriarkis Orde Baru itu.

Ibuisme Negara akhirnya memang menjadi buku induk bagi banyak terpelajar, terutama feminis dan tak terkecuali Julia sendiri. Sebab sejak naskah ini lahir Julia menjadi intelektual publik yang tersohor dan berpengaruh. Ia banyak menulis serta bicara di forum, tetapi semua ide-idenya berasal dan dikembangkan dari Ibuisme Negara. Sebut saja buku kumpulan tulisannya Sex, Power and Nation (2014) dan Jihad Julia (2010) yang terbit pertama kali dalam bahasa Korea. Buku ini kemudian terbit lagi dalam versi yang lebih luas dalam bahasa Indonesia pada 2014.

Julia lahir di India pada 19 Juli 1954 dan dibesarkan di Inggris, Hongaria dan Italia oleh orang tuanya yang diplomat. Ia sosok yang banyak menjelajah, juga dalam lapangan aktivitas intelektual. Pertama memperkenalkan diri sebagai eseis sastra umur belia pada 1971. Lantas kuliah psikologi dan lanjut studi politik.  Pulang menjadi intelektual publik sekaligus aktivis sosial politik, seperti mendirikan Suara Ibu Peduli (SIP) dan Koalisi Perempuan Indonesia (KIP). Inilah yang membuat Julia karyanya khas berada di ambang batas menghargai sekaligus menolak konvensi akademis. Sebagai feminis sejati, ia dengan konsisten mengkombinasikan yang pribadi dengan yang politis.

error: Content is protected !!